Astra Motor Sasar Edukasi Safety Riding Pelajar SMP

Perjuangan menyebarkan virus safety riding sejak dini ke seluruh lapisan masyarakat terus dilanjutkan tim keselamatan berkendara (safety riding) PT. Astra International, Tbk – Honda  selaku main dealer Honda di wilayah Kalimantan Barat (Kalbar) dengan mengunjungi sejumlah sekolah. Kali ini team Safety Riding bersama Satlantas Polresta Pontianak Kota mengunjungi ke Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 9 Pontianak Kota yang berlokasi di Jl. Pangeran Natakusuma Kec. Pontianak Kota, Kamis (05/8) hari ini.

Tanya Jawab, Belajar memasang helm, Astra Motor Sasar Edukasi Safety Riding Pelajar SMP
Tanya Jawab, Belajar memasang helm, Astra Motor Sasar Edukasi Safety Riding Pelajar SMP

Disambut hangat puluhan siswa, team safety Riding Astra Motor bersama Satlantas Polresta Pontianak Kota semakin semangat memberikan edukasi safety riding keselamatan berlalu lintas mengenai cara berkendara yang baik dan nyaman, seperti seputar peraturan lalu lintas termasuk pengenalan rambu lalu lintas dan perlengkapan berkendara yang baik dan benar. Tidak ketinggalan, Honda juga memberikan pengetahuan tentang bagaimana menjadi penumpang kendaraan bermotor yang baik, mengingat banyaknya yang tidak menggunakan riding gear maupun helm SNI saat berboncengan.

Belajar memasang helm, Astra Motor Sasar Edukasi Safety Riding Pelajar SMP
Belajar memasang helm, Astra Motor Sasar Edukasi Safety Riding Pelajar SMP

Untuk lebih mengenal kondisi jalan raya dikatakannya, para siswa disosialisasikan berkenaan Operasi Patuh Kapuas 2019 dari kepolisian bagaimana penerapan peraturan lalu lintas yang sudah di terapkan di masyarakat khususnya pengendara roda dua. Dony Adrian, Instruktur Safety Riding Astra Motor mengungkapkan, satu dari 3 penyebab kecelakaan di jalan raya adalah manusia, karenanya Honda selalu berupaya melanjutkan kampanye #cari_aman demi kecerdasan bangsa sehingga kelak para generasi muda ini menjadi pribadi dewasa yang memiliki kesadaran melindungi keselamatan diri dan keluarga serta dapat mengendalikan emosi yang dapat mengundang resiko kecelakaan yang fatal.

Astra Motor Sasar Edukasi Safety Riding Pelajar SMP
Astra Motor Sasar Edukasi Safety Riding Pelajar SMP

“ Para generasi muda ini kedepannya akan menjadi pengendara motor yang sesungguhnya, karenanya saat edukasi kami berupaya memperkenalkan tentang apa itu safety riding, termasuk informasi tentang perlengkapan berkendara yang benar seperti helm, jaket, sepatu, serta cara berkendara yang menguatamakan etika, “ ujarnya.

Sementara itu Julius Armando, Manager Safety Riding mengungkapkan, edukasi safety riding Honda melalui kampanye #Cari_aman akan terus dilakukan mengingat angka kecelakaan lalu lintas masih didominasi oleh kendaraan bermotor. “ Kesadaran untuk membudayakan keselamatan berkendara dimulai dari diri sendiri. Karenanya Honda mengajak generasi muda untuk lebih dulu mencintai diri dan menghargai kehidupan, sehingga mereka juga akan menghargai kehidupan orang lain dengan selalu cari aman di jalan, “ ujarnya.

Astra Motor Sasar Edukasi Safety Riding Pelajar SMP
Astra Motor Sasar Edukasi Safety Riding Pelajar SMP

Jika ada pihak sekolah maupun instasi Sekolah/pemerintah/swasta yang membutuhkan informasi berkenaan tentang safety Riding dapat menghubungi Instruktur Safety Riding Astra Motor Dony Adrian ( Hp. 085249819160 ). TANPA DI PUNGUT BIAYA

Penyerahan hadiah Astra Motor Sasar Edukasi Safety Riding Pelajar SMP
Penyerahan hadiah Astra Motor Sasar Edukasi Safety Riding Pelajar SMP

Lalu kenapa ada pelaksanaan safety riding dari Honda? coba kita simak angka berikut ini. Angka kecelakaan di Indonesia, khususnya di kalangan usia produktif, khususnya pelajar masih cukup tinggi. Langkah efektif diperlukan untuk mengatasinya. Data yang dikeluarkan Korps Lalu Lintas (Korlantas) pada periode Januari-Mei 2017 saja tercatat total 24.023 kasus yang melibatkan pelajar dan mahasiswa. Kecelakaan tertinggi terjadi pada Januari (5.396 kasus), dan yang terendah tercatat pada Maret (4.488 kasus).

Sementara jika dikategorikan melalui kelompok pendidikan, pelajar SMA merupakan korban kecelakaan paling banyak, yakni 48.533 jiwa, disusul pelajar SMP dengan catatan 10.652 jiwa. Sementara menurut kelompok usia, dalam grafik di bawah ini tercatat kelompok usia 15-19 tahun merupakan korban terbanyak dengan jumlah 8.880 jiwa.

Kemudian kelompok usia 20-24 tahun sebanyak 8.404 jiwa. Diikuti kemudian kelompok usia 25-29 tahun dengan 6.087 korban jiwa. Untuk itulah perlu ada edukasi awal terutama bagi anak SMP yang baru saja mengenal kendaraan roda doa. Ini dilakukan agar mereka tidak celaka dijalan raya. Tidak mencelakakan diri sendiri maupun orang lain

 

 

 

Post Author: Dony Prayudi

Tukang jalan dan tukang makan yang selalu menuliskan ide besar di blognya dan mengabadikan gambar lewat mata kamera

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *