Bincang Online Bareng Honda Bersama Aucyn dan Bang Ical Tentang Naik Daun

Pada hari Selasa kemarin tepatnya 27 Oktober 2020 Astra Motor Kalimantan Barat bersama Selebgram Pontianak melakukan Bincang Online yang membicarakan pengalaman menarik menjadi selebgram. Keseruan dan kelucuan host menjadi daya tarik bincang online kali ini dengan tambahan keren dan cantiknya bintang tamu.

Bincang Online Bareng Honda Bersama Aucyn dan Bang Ical Tentang Naik Daun
Bincang Online Bareng Honda Bersama Aucyn dan Bang Ical Tentang Naik Daun

Astra Motor Kalimantan Barat bersama Selebgram Pontianak melakukan bincang online membagikan pengalaman menarik menjadi selebgram dengan tema Naik Daun melalui live IG Honda Kalbar, mengutamakan keseruan honda kalbar tidak lupa memberikan give away kepada penonton.
Naik Daun menjadi perbincangan kali ini karena Selebgram dengan nama instagram @aucyntia dan ical_lele memang menjadi pehatian kota Pontianak, kota Pontianak sendiri memang menjadi kota penghasil selebgram cantik, ganteng, dan lucu. Melalui bincang online bareng Honda selebram membagikan pengalaman asam manisnya dalam dunia perselebgraman di Kota Pontianak.

Antofany Yusticia yang merupakan Manager Marketing Astra Motor Kalimantan Barat mengungkapkan dalam program bincang online kali ini Astra Motor Kalimantan Barat mengangkat tema Naik Daun dan mengundang selebram Kota Pontianak untuk membagikan pengalaman asam manisnya menjadi selebgram Kota Pontianak “Astra Motor Kalimantan Barat berusaha memberikan wadah bagi setiap rana di Kalimantan Barat, bincang online pada kali ini dengan tema naik daun Astra Motor Kalimantan Barat tertarik dengan selebgram Kota Pontianak yang makin lama semakin dikenal dan berusaha memberikan ruang untuk membagikan pengalamannya kepada masyarakat.” tutur Antofany Yusticia.
Dewasa ini, perkembangan penggunaan media sosial di kalangan anak muda semakin meningkat. Salah satu media sosial yang paling populer saat ini adalah instagram. Instagram merupakan sebuah aplikasi berbagi foto yang memungkinkan pengguna mengambil foto, menerapkan filter digital, dan membagikannya ke berbagai layanan jejaring sosial, termasuk milik Instagram sendiri. Perkembangan penggunaan instagram ini memicu timbulnya fenomena microcelebrity yang biasa disebut dengan istilah selebgram.
Microcelebrity adalah serangkaian kegiatan yang dimana khalayak dikonstruksi sebagai sebuah basis penggemar, popularitas menjadi hal yang dikonstruksi melalui manajemen tertentu dan self-presentation menjadi barang konsumsi umum. Microcelebrity dalam Instagram disebut dengan selebgram.
Seseorang yang dikategorikan sebagai selebgram adalah seseorang yang memiliki banyak pengikut atau followers pada akun instagram miliknya dan mendapat like banyak pada setiap foto yang diunggah pemilik akun. Fenomena microcelebrity ini juga merupakan tonggak perubahan penggunaan akun instagram. Kini, media sosial instagram tidak lagi hanya digunakan sebagai ruang berekspresi para penggunanya, namun menjadi ruang periklanan dan pembentukan citra diri seseorang.
Dengan adanya fenomena ini, kini semakin bermunculan selebriti baru di media sosial yang memiliki pengikut/ followers banyak dan jumlah likers yang banyak pula. Akun-akun seperti @d_kadoor, @rachelvenya, @dorippu, @gitasav, @cindercella, @awkarin yang sebenarnya bukan merupakan selebriti yang dikenal di media massa, tetapi selebriti di dunia instagram. Tentu fenomena ini mengundang potensi pengiklan yang akan memasarkan produknya melalui akun-akun selebgram tersebut. Dengan begitu, muncul kemudian istilah endorse.
Tentu saja hal ini menjadi menarik untuk melihat fenomena kemunculan selebgram, dan endorse, dalam kacamata ekonomi politik media terutama kaitannya dengan perubahan nilai pesan dan audiens dalam bisnis ini. Para penjual mengincar para selebgram ini untuk membantu memasarkan barang dangannya dengan harapan para audiens akan lebih tertarik melihat barang-barang yang seolah digunakan oleh para selebgram.
Maka, fenomena ini mengundang para owner online shop untuk menyerbu para selebgram yang memiliki pengikut/ followers banyak. Bagi para owner online shop, jumlah followers itu dianggap akan berbanding lurus dengan minat pembelian terhadap barang mereka. Foto yang diunggah oleh para selebgram sekaligus menjadi review suatu produk sehingga para pengikut/ followers mereka akan percaya pada produk tersebut.

Post Author: Dony Prayudi

Tukang jalan dan tukang makan yang selalu menuliskan ide besar di blognya dan mengabadikan gambar lewat mata kamera

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *