Efek Ganjil Genap, Pemakai Transportasi Umum Meningkat

Banyak hal positif yang terjadi setelah penyelenggaraan kompetisi olahraga Asian Games 2018 lalu, di Jakarta dan Palembang Pengaruh positif bagi seluruh masyarakat Indonesia terutama bagi masyarakat yang kedapatan menjadi tuan rumah. Jakarta sebagai ibukota Indonesia terus melakukan pembenahan diri demi menyukseskan ajang olahraga terbesar di Asia ini. Terutama di bidang transportasi. Kita semua tahu bahwa Jakarta merupakan kota dengan kemacetan yang memprihatinkan setiap harinya. Jakarta yang terkenal macet kini mengurai lebih baik dengan transportasi umum

Efek Ganjil Genap, Pemakai Transportasi Umum Meningkat
Efek Ganjil Genap, Pemakai Transportasi Umum Meningkat

Badan Pengelola Transportasi Jakarta (BPTJ) Kementerian Perhubungan bekerja sama dengan institusi terkait seperti Kepolisian, berinisiatif meningkatkan jumlah armada transportasi umum dan memperluas sitem ganjil genap selama ajang Asian Games 2018 yang diteruskan hingga kini. Hal baik ini tentu harus dipertahankan.

Beberapa waktu lalu, BPTJ menggelar survey dampak ganjil genap kepada masyarakat Jabodetabek. Hasilnya, 72% masyarakat mengakui perluasan ganjil genap pada Asian Games 2018 membuat jalanan lebih lancar dan 67% masyarakat setuju jika sistem ganjil genap membuat waktu tempuh perjalanan lebih cepat, juga mampu mengurangi dampak polusi udara di ibukota. Kurang lebih,66% pengguna kendaraan pribadi setuju ganjil genap tetap dipertahankan walau Asian Games 2018 sudah berakhir. Namun, tidak diberlakukan pada hari Sabtu Minggu. Berikut presentase hasil survey yang menunjukkan masyarakat menyetujui adanya penerusan sitem ganjil genap keculai Sabtu Minggu :

Efek Ganjil Genap, Pemakai Transportasi Umum Meningkat
Efek Ganjil Genap, Pemakai Transportasi Umum Meningkat

PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) sebagai operator busway mengakui adanya peningkatan pengguna transpostasi umum sejak diberlakukannya sistem ganjil genap. Peningkatan pengguna transportasi umum ini merupakan pencapaian baru yang ingin terus ditingkatkan.

Setelah Asian Games berakhir yang kemudian dilanjutkan dengan Asian Para Games, BPTJ memperpanjang sistem ganjil genap di daerah-daerah yang sudah terkena sistem ganjil genap. Lokasinya antara lain Jalan Medan Merdeka Barat, MH Thamrin, Jenderal Sudirman, Jenderal Gatot Subroto, Jenderal S Parman (simpang Tomang-simpang KS Tubun), MT Haryono (simpang UKI – simpang Pancoran – simpang Kuningan), HR Rasuna Said, Jenderal DI Panjaitan (simpang Pemuda – simpang Kalimalang – simpang UKI), dan Jalan Jenderal Ahmad Yani (simpang Perintis – simpang Pemuda). Waktu pelaksanaannya dimulai Senin sampai Jumat pukul 06.00 WIB hingga pukul 10.00 WIB, dan mulai dari pukul 16.00 WIB hingga pukul 20.00 WIB. Sistem ganjil genap tidak berlaku pada Sabtu dan Minggu ataupun hari libur. Sistem ganjil genap juga tidak berlaku pada persimpangan terdekat hingga pintu tol atau dari pintu tol hingga persimpangan terdekat.

Efek Ganjil Genap, Pemakai Transportasi Umum Meningkat
Efek Ganjil Genap, Pemakai Transportasi Umum Meningkat

Sejak perluasan ganjil genap, PT Transjakarta mendapatkan tambahan bus wisata tingkat hingga 19 unit yang berasal dari sumbangan swasta. Ada juga inovasi layanan “Transjakarta Cares” yang dibuat untuk warga dengan kebutuhan khusus.  Peningkatan pelayanan juga dilakukan dengan adanya bus-bus khusus wanita dengan ciri khas berwarna pink dan bus vintage series. PT Transjakarta hingga kini telah mengoperasikan bus di 13 koridor dan 118 rute. Koridor tertua adalah Blok M-Kota yang merupakan di koridor 1. Sementara yang teranyar yakni koridor 13, rute Kapten Tendean-Ciledug.

Yuk tetap dukung ganjil genap! Jangan lupa “Ayo Naik Bus” biar kota kita ngga macet lagi

Post Author: Dony Prayudi

Tukang jalan dan tukang makan yang selalu menuliskan ide besar di blognya dan mengabadikan gambar lewat mata kamera

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *