Ekonomi Digital, Pertumbuhan Tanpa Batas

Melihat angka pertumbuhan ekonomi digital Indonesia, kita patut berbangga. Pertumbuhan pesat ekonomi digital berdasarkan MCkinsey 2016, ekonomi digital diproyeksikan menyumbang 150 miliar dolar AS terhadap PDB Indonesia pada 2025 mendatang. Ini merupakan angka fantastis yang membuat sektor bisnis menggeliat dengan cepat. Banyak pekerjaan baru yang diciptakanperkembangan ekonomi digital.

hadirnya ekonomi digital menciptakan jenis pekerjaan baru. Perkembangan teknologi pada e-commerce yang berkaitan permintaan pelayanan dapat  memudahkan manusia berinterkasi dan bertransaksi dalam marketplace.

Ekonomi Digital, Pertumbuhan Tanpa Batas
Ekonomi Digital, Pertumbuhan Tanpa Batas

Indonesia perlahan-lahan berjalan menuju ekosistem ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara. Dua tahun lalu, orang yang berbelanja online baru 7,4 juta jiwa dengan transaksi Rp 48 triliun. Tahun lalu, angka itu naik menjadi 11 juta dengan total transaksi Rp 68 triliun. Meski belum diketahui persisnya, taksiran total transaksi tahun ini mencapai Rp 95,48 triliun.

Angka-angka itu baru dari perdagangan online atau e-commerce. Tak aneh bila perkembangan perusahaan rintisan berbasis digital alias startup menarik perhatian pemerintah. Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara masih ingat, dua tahun lalu, ia tanpa pikir panjang menyebut bakal ada lima unicorn di Indonesia pada 2019. “Waktu itu saya ditanya petinggi-petinggi perusahaan modal ventura di Silicon Valley, Amerika Serikat,” kata Rudiantara, Senin pekan lalu. “Saya jawab saja lima. Gak tau dari mana.”

 

E-Commerce penggerak Digital Ekonomi

Praktik e-commercedalam bentuk iklan jual-beli, retail, hingga mal online menanjak cepat. Tahun ini, nilai transaksinya diperkirakan mengambil 3,1 persen pasar retail. Transaksi melalui teknologi finansial atau fintechmenyentuh Rp 252 triliun, yang sebagian besar berasal dari pembayaran digital. Sedangkan e-travel, yang diwakili bisnis mobilitas dan perjalanan, menyumbang Rp 105,798 triliun pada tahun ini.

Derasnya laju pertumbuhan ekonomi digital itu mengantarkan empat startup menyandang status unicorn–perusahaan dengan valuasi nilai lebih dari US$ 1 miliar. Yang terakhir menyandang gelar tersebut adalah Bukalapak.com, pasar online yang didirikan Achmad Zaky. Bukalapak menemani Go-Jek, Tokopedia, dan Traveloka, yang sudah lebih dulu mendapat investasi jutaan dolar.

Ekonomi Digital, Pertumbuhan Tanpa Batas
Ekonomi Digital, Pertumbuhan Tanpa Batas

Tanda-tanda ekonomi digital bisa menjadi pendorong perekonomian tahun depan sudah kentara sejak tahun ini. Riset Google bersama A.T. Kearney yang dirilis pada September 2017 menunjukkan nilai investasi di perusahaan-perusahaan rintisan berbasis digital menyentuh angka Rp 40 triliun sampai semester pertama tahun ini. Angka itu melompati nilai investasi sektor makanan dan minuman. Investasi lokal dan global pada perusahaan rintisan hanya kalah dibanding kucuran modal ke sektor pertambangan serta minyak dan gas bumi. Angka Rp 40 triliun itu tentu belum memasukkan investasi yang diterima Bukalapak.

 

Indonesia Akan Jadi Pemain Ekonomi Digital Terbesar di Asia Tenggara

Indonesia tahun ini sedang mengalami pertumbuhan ekonomi paling lambat dalam lima tahun terakhir. Tetapi pertumbuhan industri e-commerce justru semakin pesat di tengah perlambatan laju ekonomi tanah air.  “Bukan tak mungkin nantinya industri e-commerce dapat menjadi salah satu tulang punggung perekonomian nasional,” harap Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara.

Terlebih, kebanyakan pelaku bisnis e-commerce di tanah air berskala kecil dan menengah (UKM). Seperti yang kita ketahui, bisnis UKM menjadi usaha yang paling tahan banting di saat krisis ekonomi sekalipun. Melalui industri e-commerce, Rudiantara berharap dapat terus dikembangkan dan mendukung perekonomian Indonesia yang diprediksi menjadi kekuatan ekonomi baru dunia pada tahun 2020 nanti.

Potensi industri e-commerce di Indonesia memang tidak dapat dipandang sebelah mata. Dari data analisis Ernst & Young, dapat dilihat pertumbuhan nilai penjualan bisnis online di tanah air setiap tahun meningkat 40 persen. Ada sekitar 93,4 juta pengguna internet dan 71 juta pengguna perangkat telepon pintar di Indonesia.

Tak hanya sekedar untuk mencari informasi dan chatting, masyarakat di kota-kota besar kini menjadikan internet terlebih lagie-commerce sebagai bagian dari gaya hidup mereka. Perilaku konsumtif dari puluhan juta orang kelas menengah di Indonesia menjadi alasan mengapa e-commerce di Indonesia akan terus berkembang.

Ekonomi Digital, Pertumbuhan Tanpa Batas
Ekonomi Digital, Pertumbuhan Tanpa Batas

Berbicara mengenai industri ini memang tidak semata membicarakan jual beli barang dan jasa via internet. Tetapi ada industri lain yang terhubung di dalamnya. Seperti penyediaan jasa layanan antar atau logistik, provider telekomunikasi, produsen perangkat pintar, dan lain-lain. Hal inilah yang membuat industri e-commerce harus dikawal agar mampu mendorong laju perekonomian nasional.

Bisnis ini memiliki nilai bisnis yang sangat besar, tetapi sayangnya sampai saat ini belum ada regulasi khusus yang mengatur bisnis online ini. Pada akhir tahun 2014 saja, nilai bisnis industri e-commerce Indonesia mencapai USD 12 miliar.

 

Potensi Digital Indonesia

Menurut laporan Huawei dan Oxford Economics yang berjudul Digital Spillover, ekonomi digital dunia mencapai 11,5 triliun dollar. Ini sama dengan 15,5 persen dari GDP dunia. Lalu kurang dari satu dekade kemudian angkanya meningkat luar biasa menjadi 25 persen GDP dunia. Bagaimana dengan potensi digital Indonesia? Dalam laporannya belum lama ini, McKinsey menyebutkan bahwa ekonomi digital Indonesia sekarang hampir sama dengan China pada tahun 2010, berdasarkan indikator-indikator seperti penetrasi e-retail, GDP per kapita, penetrasi internet, pengeluaran ritel, dan urbanisasi. Pada tahun 2017, nilai perdagangan online Indonesia mencapai 8 miliar dollar. Nilai ini meningkat menjadi 55 sampai 65 miliar dollar pada tahun 2022. Sedangkan penetrasi pengguna internet meningkat dari 74 persen penduduk menggunakan internet saat ini menjadi 83 persen pengguna di tahun 2022. Benarlah Jack Ma saat berbicara di IMF-World Bank Group annual meeting beberapa hari yang lalu, “tiga puluh tahun yang lalu, jika tidak ada aliran listrik, maka negara tersebut tidak memiliki harapan. Sekarang, acuannya bukan lagi aliran listrik, melainkan koneksi internet.” Akses internet yang buruk sama artinya dengan hilangnya kesempatan anak-anak muda untuk mendapatkan informasi dan pengetahuan. Perlu dicatat, di Asia Tenggara saat ini sudah ada 8 Unicorn dan setengahnya berasal dari Indonesia. Mereka antara lain: Go-Jek, Traveloka, Tokopedia, dan Bukalapak. Begitupun dengan nilai pendanaan yang didapat Indonesia dari venture capital selama tiga tahun ini mencapai 38 persen dari total pendanaan di Asia Tenggara.

 

 

 

 

 

Post Author: Dony Prayudi

Tukang jalan dan tukang makan yang selalu menuliskan ide besar di blognya dan mengabadikan gambar lewat mata kamera

13 thoughts on “Ekonomi Digital, Pertumbuhan Tanpa Batas

    Marfa

    (November 30, 2018 - 6:40 am)

    Gojek. Traveloka. Bukalapak emang mantep banget sih selain kudu cerdas melihat kebutuhan pasar juga kudu kreatif banget, rasanya ga ngerti lagi sama timnya, keren2 euy!

    erinajulia

    (November 30, 2018 - 10:22 am)

    potensi ekonomi digital di Indonesia ini sangat bagus ya
    sangat meningkat dan semoga saja di masa YAD akan bisa meingkatkan GDP Indonesia dari hal ini.

    lendyagasshi

    (November 30, 2018 - 5:47 pm)

    Seriuuss…
    Wow banget yaa…

    Bangga sama Indonesia dengan perusahaan unicorn nya.
    Dan memang saat ini, apps apa yang paling sering aku gunakan?

    Pasti jawabannya : Go-Jek, Traveloka, Tokopedia, dan Bukalapak.

    Zefy

    (November 30, 2018 - 8:40 pm)

    Benet tu, sekarang ini kalau ga ada koneksi internet berasa kudet banget mas. Berasa ada yang kurang, ga kebayang seminggu tanpa internet

    Liza

    (December 1, 2018 - 1:31 pm)

    Baru tahu kalau pertumbuhan ekonomi digital itu erat hubungannya dengan maraknya ecommerce di negara jni

    amanda

    (December 1, 2018 - 2:40 pm)

    zaman udah makin canggih dan tentunya Indonesia harus mengikuti perkembangannya, bukan? ekonomi digital yg makin pesat sebetulnya memudahkan masyarakat aku pribadi pun terbantu bgt dengan adanya eccomerce2 trus juga transportasi online

    Ajen

    (December 1, 2018 - 3:18 pm)

    Iya pertumbuhan ekonomi Indonesia lagi kecee… Semoga begini terus yahh..
    Aplikasi online emang lagi hits sekarang heheh

    Yesi Intasari

    (December 1, 2018 - 3:44 pm)

    bener banget nih kak dodon, e-comerce salah satu penggerak pesatnya perkembangan ekonomi digital ya.. makanya sekarang semua orang apa-apa belanja online hehe

    Mudrikah Stories

    (December 1, 2018 - 4:18 pm)

    Saat ini yang jadi acuan adalah internet ya mas, semua informasi dan ilmu bisa kita aksen dengan mudah dari internet.
    Semoga perkembangan ekonomi digital di Indonesia berbanding lurus dengan peningkatan taraf ekonomi masyarakat.

    Diah Kusumastuti

    (December 1, 2018 - 4:32 pm)

    Emang ya, e-commerce ini berkembang pesat akhir-akhir ini. Jadi enggak heran menjadi salah satu penggerak utama ekonomi digital.
    Btw luar biasa ya Indonesia, dari 8 unicorn, 4 nya dari Indonesia. Hemm..

    bena

    (December 3, 2018 - 4:44 am)

    iya sih yaaa, sekarang semuanya serba digital, mau enggak mau pergerakan ekonomi dan financenya melalui digital juga.
    sejauh ini menurut sumber yg ku dapat kenaikan ekonomi di Indonesia meningkat karena social media. iya kan kak don?

    Asep Lukman

    (December 5, 2018 - 4:43 pm)

    Sekarang ini, perusahaan raksasa bisa didirikan hanya beberapa tahun saja, berbeda dengan beberapa puluh tahun yang lalu, untuk bisa hebat sebuah perusahaan itu setelah lolos dari 10 tahun pase pertama, sampai dengan 3 pase berikutnya, sekarang dalam hitungan kurang dari 5 tahun sudah banyak perusahaan yang hebat dan kereen..

    Artikelnya keren nih membuka cakrawala dan bisa mentriger ide-ide keluar.. terima kasih… mantap gan

    Asep Lukman

    (December 6, 2018 - 4:18 pm)

    Sudah saatnya ekonomi di gital di ajarkan di kelas-kelas di sekolah SMA karena merekalah yang nanti akan menjadi motor penggerak ekonomi bangsa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *