Jangan Takut Dengan Induksi Persalinan

Jangan Takut Dengan Induksi Persalinan. Semua ibu muda pasti menginginkan melahirkan normal tanpa induksi persalinan. Semuanya harus lancar tanpa ada masalah dan tentu saja suami menginginkan istri dan anaknya sehat. Banyak cerita dari ibu yang sudah pernah menjalani induksi dengan berbagai macam cerita. Ada yang menjadi was was. ada pula yang santai-santai saja. apakah ada penjelasan yang menenangkan Ibu?

Jangan Takut Dengan Induksi Persalinan
Jangan Takut Dengan Induksi Persalinan

Merujuk ke pengertiannya, Induksi persalinan adalah suatu upaya stimulasi mulainya proses persalinan, yaitu dari tidak ada tanda-tanda persalinan, kemudian distimulasi menjadi ada dengan menimbulkan rasa ingin melahirkan. Cara ini dilakukan sebagai upaya medis untuk mempermudah keluarnya bayi dari rahim secara normal melewati jalan lahir. Beberapa pengalaman ibu  ibu yang terpaksa melakukan induksi merasakan sakit yang luar biasa.

Agar para ibu paham, ada beberapa teknik induksi persalinan yang harus diketahui. Dilakukan dengan dua cara yaitu mekanik dan kimia. Tujuannya sama yaitu mengeluarkan hormone prostaglandin yang berfungsi untuk membuat otot Rahim berkonstraksi. Dengan cara kimia artinya dengan memasukkan beberapa obat kedalam tubuh, dengan cara diminum, diinfus dan dimasukkan kedalam jalan lahir. Selain dilakukan satu persatu, ada juga yang secara bersamaan. Secara mekanik dapat dilakukan dengan stripping, lalu pemasangan balon kateterdi mulut Rahim (Oley Cateter) juga memecahkan ketuban saat persalinan berlangsung. Ibu – ibu lebih baik bertanya sebelum dilakukan tindakan sehingga tidak menjadi was was.

Saat melakukan induksi persalinan, biasanya dokter melihat beberapa indikasi medis. Tindakan ini tidak sembarangan. Apa saja yang mengindikasikan harus dilakukan tindakan medis ini?

Untuk usia kehamilan yang sudah melewati masa bersalin kurang lebih dua minggu atau 42 minggu. Tak terlihat tanda tanda akan bersalin sehingga bayi harus segera dilahirkan karena akan ada resiko yang lebih besar seperti bayi lahir dalam keadaan meninggal.

Ketuban sudah pecah sementara kontraksi belum ada. Daripada terjadi infeksi pada Rahim dan bayi maka dokter akan melakukan induksi. Biasanya dokter juga melihat apakah bayi sudah cukup umur untuk dilahirkan atau belum. Jika dianggap masih premature, dokter akan melakukan tindakan medis lain.

Rahim yang mengalami infeksi atau chorioamnionitis akan menyebabkan dokter akan melakukan tindakan induksi untuk mencegah penyebaran infeksi.

Pada kasus bayi yang sudah berhenti tumbuh, dokter juga akan melakukan tindakan medis ini.

Jumlah cairan ketuban yang terlalu sedikit dan tidak cukup untuk mengelilingi bayi atau oligohidramnion.

Kondisi plasenta yang terhubung antara ibu dan bayi mulai memburuk.

Ibu mengalami abrupsio plasenta.

Ibu mempunyai riwayat bayi lahir mati atau memiliki penyakit dan gangguan pada riwayat kehamilan sebelumnya.

Adanya resiko kondisi medis yang sangat beresiko tinggi bagi bayi dan Ibu seperti ibu yang mengalami hipertensi, preeklampsia atau juga ibu yang mengalami diabetes gestasional.

 

Bagi ibu hamil sangat disarankan untuk melakukan konsultasi kepada bidan atau dokter selama kehamilan agar kesehatan Ibu dan Bayi selalu terjaga dan pada waktunya melahirkan, semuanya akan sehat dan terjaga. Pada saat berkonsultasi, tanyakan juga beberapa kondisi yang mungkin terjadi pada Ibu terutama pada kehamilan pertama. Karena tidak semua Ibu dapat dilakukan Induksi persalinan. Ada beberapa kondisi tertentu yang harus diperhatikan si Ibu agar tak terjadi kesalahan. Beberapa hal yang membuat Induksi dilarang,

Adanya kelainan letak plasenta yang menghalangi jalan lahir atau kondisi yang dalam medis disebut placenta previa.

Panggul ibu sempit sehingga tidak dimungkinkan bayi lahir melewati panggul dan jalan lahir karena tujuan induksi sendiri adalah kelahiran bayi secara normal melewati jalan lahir.

Ibu pernah melakukan Caesar kurang dari dua tahun karena jika dipaksakan bisa saja dinding Rahim akan sobek karena belum pulih total. Ada baiknya kalau seperti ini, ibu menunggu kontraksi normal.

Bayi yang mengalami kelainan letak janin (malposisi) seperti melintang atau kepala bayi yang miring dan menghalangi jalan lahir. Induksi yang dipaksakan justru akan percuma karena jalan lahir tertutup.

Ayah siaga, Ibu Hamil dan keluarga tidak perlu cemas berlebihan pada saat menghadapi saat saat melahirkan dan terindikasi untuk dilakukan tindakan Induksi persalinan. Selama paham dan mengerti dengan tindakan yang dilakukan maka semuanya akan tenang dan berjalan baik

Post Author: Dony Prayudi

Tukang jalan dan tukang makan yang selalu menuliskan ide besar di blognya dan mengabadikan gambar lewat mata kamera

19 thoughts on “Jangan Takut Dengan Induksi Persalinan

    sangmaya

    (August 27, 2018 - 12:41 am)

    inginnya sih normal apa adanya, tapi entahlah, kalau seminggu ini masih belum lahiran juga, semoga aja air ketuban cukup dan masih bisa induksi

    Rhoshandhayani KT

    (August 28, 2018 - 11:01 am)

    Oooh gitu yaa
    Dulu aku sering denger kata induksi buat ibu hamil, tapi gak paham. Baru paham kali ini. Jadi nanti kalo ngobrol dengan teman2 yg akan menjadi Ibu, kusudah tau maksudnyaaaa
    Hohoooo

    Flo

    (August 28, 2018 - 12:30 pm)

    Ngerasain banget nih rasanya induksi. Ulalaaaa.. sakitnya asoy geboy. Sampe lecet-lecet kali lengan suami kena cakar. Hihihi

    Dokter Foramen

    (August 28, 2018 - 1:43 pm)

    Mantap Pak Eko! Memang sih, mendengarkan kata induksi persalinan mungkin membuat ibu hamil cukup was-was. Tentu saja, ada yang salah dengan kehamilannya, sehingga perlu dilakukan hal seperti itu. Tapi, yang jelas, maksud dari tenaga medis itu tentu baik dan membuat lahirnya normal. Betewe, ada beberapa info yang kurang tepat nih, kayak misalnya, selama aku kepaniteraan klinik, belum pernah nemu induksi persalinan itu dengan cara diminum. Palingan, ya dikasih obat-obatan entah itu via infus atau suntik langsung.

    Terus, memang sih di dalam teori, ada metode induksi mekanik dengan cara misalnya dilakukan penggunaan Kateter Foley atau amniotomi (pemecahan cairan ketuban), tapi, sebenarnya itu bukanlah metode yang sering digunakan di RS, umumnya digunakan pada kondisi oksitosin (obat induksi) tidak ada di RS, atau dalam situasi di Puskesmas yang menyediakan layanan PONED (semacam kebidanan dasar), biasanya kalo perlu induksi, ya pastinya dirujuk ke RS tipe C atau D yang sudah ada layanan kebidanan komprehensif.

    Keren juga nih, udah disertakan juga kontraindikasinya, tapi mungkin akan lebih baik jika ditulis dengan bantuan bullets and numbering sih, tadi aku aja ga baca banget kalo udah dibahas tentang placenta previa atau gimana gitu. Yang jelas, pencegahan supaya tidak terjadi persalinan patologis (tidak perlu induksi, dkk) adalah ya dengan rutin si ibu hamil ini melakukan kunjungan kehamilan di Puskesmas atau Dokter Kandungan. Sama satu lagi, mungkin bisa dijelaskan abruptio placenta itu gimana ya, kak. Hehehe. Dan, mungkin juga untuk baris “hipertensi dan preeklampsia”, dikurangi aja, bilang aja hipertensi pada kehamilan. Karena, preeklampsia sendiri kalau dilihat di guideline, memang dimasukkan dalam kategori “Hipertensi dalam Kehamilan”.

    Begitu, Pak Eko. Mantap sih! Thanks atas sharing sekaligus refreshingnya.

    gita siwi

    (August 28, 2018 - 2:21 pm)

    Wah senang bacanya nih mas. Dirimu masuk kategori ayah siaga ya hehe sebab kehadiran suami untuk istrinya dalam persalinan adalah kekuatan selain doa tentu saja

    Fillyawie

    (August 28, 2018 - 4:04 pm)

    Ternyata banyak alasan kenapa dokter harus melakukan prosedur induksi persalinan ya. Saya kira karena nggak lahir-lahir atau karena pecah ketuban duluan baru diinduksi. Terimakasih Dodon infonya.

    Fenni Bungsu

    (August 28, 2018 - 5:49 pm)

    Intinya sih kembali pada dukungan dari keluarga dan motivasi diri yah untuk selalu pikiran positif untuk mengusir rasa takut dari indikasi persalinan

    Nefertite Fatriyanti

    (August 29, 2018 - 8:43 am)

    Aku jadi ingat adikku,.harus diinduksi karena otot rahim stress

    Okti Li

    (August 29, 2018 - 8:47 am)

    Lahir an nanti semoga masih bisa berjalan normal. Mohon doanya kehamilan nanti sehat, lancar dan baik-baik saja. Amin…

    Rani Yulianty

    (August 29, 2018 - 10:47 am)

    Sewaktu melahirkan anak pertama saya mengalami diinduksi, walaupun induksi alami tapi sakitnya luar biasa, mulesss banget dan bayinya nggak keluar hikss..akhirnya tindakan sesar, deh

    keninglebar

    (August 29, 2018 - 10:50 am)

    Mungkin bisa lebih disosialisasikan kali ya soal induksi ini. Biar masyarakat awam ndak takut, dan memang tindakan ini penting untuk diambil.

    Sara Neyrhiza

    (August 29, 2018 - 10:50 am)

    Saya belum permah melakukan induksi persalinan. dan sampai saat ini masih parno juga karena cerita teman-teman yang induksi sakitnya melebihi kontraksi biasa

    Mildaini

    (August 30, 2018 - 1:44 am)

    semua hal kuncinya tenang dan paham, bahkan saat tegang sekalipun aku belum pake induksi saat lahiran

    Rinda Gusvita

    (August 30, 2018 - 1:56 am)

    Lengkap banget ulasannya, Om Dodon. Iya sih sepengalamanku sebulan lalu, melahirkan itu memang bertaruh nyawa, tapi nggak semengerikan itu. Aku melahirkan lewat operasi dan sangat nyaman

    Peri Hardiansyah

    (August 30, 2018 - 3:51 am)

    Pastinya suami juga bantu memberi pengertan kepada istri, apabila memang kondisi sudah sangat darurat, dan jalan satu-satunya hanya induksi, saya rasa gak masalah lah, yang jelas kita ingin ibu dan anak selamat kan?.

    Hani

    (August 30, 2018 - 4:44 am)

    Selain calon ibu, cowo dan bapak2 emang mesti tau nih. Biar lebih menghargai peran istri dan ibu. hehe

    Fania surya

    (August 30, 2018 - 4:00 pm)

    Sering denger istilah induksi dari saudara2 yg melahirkan. Katanya sakit banget ya hbs diinduksi. Mulesnya itu lo minta ampun. Smg saja nanti pas aku hamil gak pake induksi tapi langsung keluar sendiri. Amin3x

    Achmad Humaidy

    (August 30, 2018 - 4:25 pm)

    Mas Doni termasuk contoh suami siaga nih. Hapal betul bagaimana proses induksi persalinan. Berfaedah 👌

    NOVIAN MF

    (November 23, 2018 - 11:56 am)

    Semoga ajja bisa normal-normal ajja

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *