PCA menghadiri Acara Workshop Kuliner bersama Bekraf di Singkawang

Pontianak Creatif Association (PCA) menghadiri undangan Badan Ekonomi Kreatif di Singkawang. Workshop Kuliner ini dihadiri 10 anggota sub sektor kuliner dan Ketua PCA  yang datang langsung dari Pontianak. Acara workshop kuliner ini diadakan di Swiss Belinn Singkawang dari tanggal 5-7 September 2017 dan dihadiri para pelaku kuliner yang ada disingkawang. UMKM, perwakilan sekolah dan pemerintah. Materi yang diberikan juga beragam. Kegiatan berupa cooking clas, food safety, desain pada produk kuliner, food styling dan teknik fotografer dengan Smartphone dan branding marketing. sekitar 100 orang dari berbagai sector hadir mengikuti workshop yang dibagi dalam beberapa sesi dalam waktu 3 hari. Materi yang diberikan berasal dari mereka yang sudah expert dibidangnya, Chef Dimas Putra Pratama, Gigih Budi Abadi, R Priyadi Soejanto dan Raden Kazuya

PCA menghadiri Acara Workshop Kuliner bersama Bekraf di Singkawang
Chef Dimas menyampaikan materi tentang kuliner

Acara ini sungguh padat materi yang sangat berguna bagi pengusaha dibidang kuliner. Bahasan pertama dimulai dengan do and don’t pada saat kita mempersiapkan makanan. Bagaimana seharusnya pekerjaan didapur dilaksanakan. kebersihan merupakan hal paling penting saat ada didapur. pencegahan kontaminasi silang antar bahan makanan juga jadi pokok bahasan. Banyak bakteri yang dapat menyebabkan penyakit ganas yang bisa menyerang manusia. Selain itu penyajian juga jadi hal penting untuk diperhatikan agar tampilannya menarik dan menggugah selera. Ches Dimas juga memberikan cara agar makanan dapat disimpan lebih lama dari biasanya.

Sesi ini sendiri diakhiri tanya jawab dengan UKM dan juga diisi dengan demo memasak. Makanan yang disiapkan dan dihidangkan oleh chef Dimas adalah bola bola ikan dan udang dengan roti tawar. Mengadopsi bakso Boedjangan yang sedah hits di Jakarta. Bakso ini ditusuk dengan tusukan sate setelah dibentuk bulat dan digoreng. Semua yang datang menyambut hangat bakso goreng ini dengan menyerbu semua bakso hingga ludes. Ketua Pontianak Creatif Association, Mafirza juga diminta untuk menjadi moderator memandu acara ini hingga tuntas dan dilanjutkan dengan bahasan tentang desain produk mkanan yang ternyata butuh pemikiran kreatif. Kemasan merupakan tampilan awal dri sebuah produk yang menambah nilai jual. Kemasan yang unik dengan tampilan yang menarik pasti membuat konsumen membeli produk tersebut.

PCA menghadiri Acara Workshop Kuliner bersama Bekraf di Singkawang
Contoh desain milkshake yang sudah bagus dan bisa terbaca dengan baik

Hari kedua diisi dengan Mas Gigih, selaku salah satu owner DAGADU yang memikirkan desain lewat proses kreatif. Tidah kanya memikirkan logo dan label namun juga menjelakan bagaimana bentuk kemasan yang cocok untuk berbagai jenis makanan sehingga menjadi menarik saat dipajang. Ada belasan produk UKM yang ditawarkan, mulai dari oleh-oleh khas Pontianak berupa cookies dan snack, kue tradisional, risol, milkshake dan jamu. Ada pula bahan makanan kering seperti  rumput laut dan udang kering. Semua meminta pendapat apakah kemasan mereka sudah benar dan dapat memikat pelanggan.

PCA menghadiri Acara Workshop Kuliner bersama Bekraf di Singkawang
Tulisan di Logo Jamu sudah jelas dan memudahkan pembeli untuk melihat

Logo juga menjadi hal yang crusial bagi sebuah produk, termasuk penamaan. Buatlah yang gampang  diingat dan disebut semua orang. Logo juga harus mudah terbaca dengan tingkat kontras yang baik serta gampang dilihat dari jarak tertentu. Peletakan stiker brand juga jadi hal yang harus diperhatikan agat menarik perhatian, unik namun ttap terbaca dengan baik. Penambahan pernak-pernik yang menguatkan brand dan image dapat dilakukan demi mengembangkan desain menjadi lebih keren. Sesi tanya jawab dari anggota PCA dan komunitas lain silih berganti untuk mendapatkanmasukan dan jawaban terbaik dari naras umber yang hadir.

Salah satu model  produk brownies yang di foto di workshop kuliner
Salah satu model produk brownies yang di foto di workshop kuliner

Sesi berikutnya disampaikan oleh seorang fotografer kawakan, Mas Pri, yang membantu mempersiapkan studio mini sekaligus mengajarkan bagaimana mengambil foto yang terbaik bagi produk makanan yang sudah dibawa. komposisi merupakan hal penting untuk mengambil foto terbaik termasuk juga pencahayaan dan sudut pengambilan foto. Foto produk yang bagus akan memancing orang untuk membeli apalagi di era media social seperti ini penjualan dapat dilakukan secara online. Melanjutkan obrolan fotografi, Mas Kazu menyampaikan perkembangan dunia digital dan digital marketing yang terus maju dan berkembang pesat. Perkembangan teknologi memberikan kemudahan bagi UMKM untuk memperluas pasar. Dulu terbatas melalui offline namun saat ini dunia online memberikan kontribusi besar. Teknik menyebarluaskan info produk yang baik dan benar disampaikan secara bertahap. Walaupun waktunya terbilang singkat namun diharapkan workshop ini mampu memberikan pengetahuan baru bagi UMKM yang bergerak di biang kuliner di Singkawang.

Salah satu model  produk klapertaart yang di foto di workshop kuliner
Salah satu model produk klapertaart yang di foto di workshop kuliner

Pontianak Creatif Association (PCA) yang diwakili oleh ketua Mafirza menyampaikan bahwa acara ini merupakan kesempatan bagi PCA untuk bisa berkolaborasi. Ketua sub sector kuliner PCA, Mela juga mengajak semua peserta workshop untuk bergabung dan saling bersinergi agar produk kuliner Singkawang dan Pontianak dapat saling melengkapi. Sukses untuk PCA, Bekraf dan UMKM Kuliner di Singkawang.

Post Author: Dony Prayudi

Tukang jalan dan tukang makan yang selalu menuliskan ide besar di blognya dan mengabadikan gambar lewat mata kamera

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *