Perayaan Pontianak Earth Hour 2019

Earth Hour merupakan kegiatan peduli lingkungan yang dipelopori oleh organisasi WWF (World Wide Fund for Nature) Australia, dimulai sejak 2007 dan diadakan pada hari Sabtu terakhir di bulan Maret setiap tahunnya. Saat Earth Hour tiba, seluruh warga dunia serentak memadamkan lampu dan peralatan listrik yang tidak diperlukan sejak pukul 20:30 hingga 21:30 waktu setempat. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan kesadaran atas perlunya tindakan terhadap perubahan iklim serta mengurangi konsumsi listrik.

Perayaan Pontianak Earth Hour 2019
Perayaan Pontianak Earth Hour 2019

Gerakan melawan perubahan iklim hari ini akan memutuskan akan seperti apa hari esok.  Earth Hour mengajak setiap individu untuk menjadi bagian pembuatan sejarah melawan perubahan iklim, baik melalui acara sosial, kampanye interaktif dan melalui sosial media.

Gerakan Earth Hour diseluruh dunia akan menghelat malam puncak selebrasi pada Sabtu, 30 Maret 2019. Aksi kali ini, kampanye global hemat energi yang diinisiasi oleh WWF mengusung tema #Connect2Earth. Untuk tahun ini Earth Hour Pontianak akan memusatkan kegiatan utamanya di Jalan Ayani bertepatan di Halaman Kantor Gubernur Kalimantan Barat.Dengan beberapa rangkaian acara seperti musik akustik,musik sape’k,tarian tradisional multi etnis, musikalisasi puisi,dan perkusi.Ini sebagai bentuk dan cara kreatif anak muda Kalimantan Barat khususnya dalam mengkampanyekan gaya hidup hijau,dan bijak dalam penggunaan Energi.

Perayaan Pontianak Earth Hour 2019
Perayaan Pontianak Earth Hour 2019

Koordinator Earth Hour Pontianak I Wayan Bayu Anggara menjelaskan bahwa tema #Connect2Earth ini memiliki pesan yang sangat dalam. “ Apa pun yang kita lakukan akan selalu terhubung ke bumi. Dari hal baik atau buruk semuanya akan tetap selalu berdampak ke bumi,” jelas Wayan.

Perayaan Pontianak Earth Hour 2019
Perayaan Pontianak Earth Hour 2019

Menurut wayan, melalui aksi ini, hal-hal buruk sudah banyak terasa dampaknya terhadap kehidupan kita seperti cuaca yang semakin panas akibat naiknya suhu bumi. Suhu bumi naik berawal dari perilaku manusia yang boros dalam menggunakan energi. Earth Hour Pontianak berupaya mengajak seluruh masyarakat untuk melakukan satu langkah sederhana dan mudah.Yakni dengan mematikan lampu dan peralatan elektronik yang tidak terpakai selama satu jam di minggu terakhir bulan Maret pada Pukul 20.30 – 21.30 WIB setiap tahunnya.

Perayaan Pontianak Earth Hour 2019
Perayaan Pontianak Earth Hour 2019

Wayan juga menjelaskan bahwa ada banyak hal yang bisa dilakukan untuk memperlambat perubahan iklim. Di antaranya dengan bijak menggunakan energi listrik, membawa botol air minum sendiri, menggunakan transportasi umum atau membudayakan berboncengan saat bepergian dengan kendaraan bermotor.

 

Sokongan multipihak

Pemerintah Kalimantan Barat baik Gubernur dan Walikota, WWF-Indonesia program Kalimantan Barat, DLH Kota Pontianak, PLN, dan para pelaku bisnis seperti Hotel Mercure, Hotel Grand Mahkota, Hotel Harris, Hotel Santika, Hotel Aston, Hotel Transera, Hotel Golden Tulip dan puluhan komunitas di Kota Pontianak turut serta mendukung malam selebrasi Earth Hour Pontianak.

Perayaan Pontianak Earth Hour 2019
Perayaan Pontianak Earth Hour 2019

Kini secara rutin di bulan Maret atau April masyarakat di seluruh dunia diajak mematikan lampu dan alat listrik yang tidak perlu selama satu jam. Agar kehidupan kita di Bumi menjadi lebih baik, mengingat isu pemanasan global dipicu juga oleh ketergantungan manusia kepada listrik dari masa ke masa. Pada tahun-tahun berikutnya partisipan semakin meningkat dan kampanye earth hour semakin meng-global.

  • Tahun 2009 diikuti oleh 4.000 kota di 88 negara dengan 1 milyar partisipan.
  • Tahun 2010 diikuti oleh 4.616 kota di 128 negara dengan 1,5 milyar partisipan.
  • Tahun 2011 diikuti oleh 5.251 kota di 135 negara dengan 1,8 milyar partisipan.

Indonesia sendiri mengikuti earth hour untuk pertama kali pada tahun 2009 dengan DKI Jakarta sebagai kota yang ikut berpartisipasi. Selanjutnya pada tahun 2010 diikuti oleh tiga kota (Jakarta, Bandung, dan Yogyakarta), pada 2011 diikuti oleh 10 kota (Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Pontianak, Banjarmasin, Manado, Makasar, dan Sorowako), dan pada 2012 ini rencananya akan diikuti oleh 18 kota yaitu Jakarta, Bogor, Banda Aceh, Bekasi, Tangerang, Solo, Bandung, Yogyakarta, Kediri, Sidoarjo, Semarang, Malang, Surabaya, Banjarmasin, Manado, Gorontalo, Samarinda, dan Makassar.

 

 

 

Post Author: Dony Prayudi

Tukang jalan dan tukang makan yang selalu menuliskan ide besar di blognya dan mengabadikan gambar lewat mata kamera

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *