Peringati Hari Anak Nasional, Provinsi Kalimantan Barat dan Wahana Visi Indonesia Teruskan Komitmen Penghapusan Kekerasan terhadap Anak

Sebagai wujud komitmennya dalam pemenuhan hak anak, dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional yang jatuh pada tanggal 23 Juli 2017 setiap tahunnya, Provinsi Kalimantan Barat bersama yayasan kemanusiaan fokus anak Wahana Visi Indonesia mengajak segenap pemangku kepentingan yang berasal dari organisasi masyarakat dan perwakilan pemerintah daerah untuk bersama-sama menandatangani komitmen untuk mengakhiri kekerasan terhadap anak, sekaligus mendeklarasikan kembali komitmen 14 Kabupaten/Kota dan organisasi masyarakat dalam Percepatan Pemenuhan Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA).

Peringati Hari Anak Nasional, Provinsi Kalimantan Barat dan Wahana Visi Indonesia Teruskan Komitmen Penghapusan Kekerasan terhadap Anak
Peringati Hari Anak Nasional, Provinsi Kalimantan Barat dan Wahana Visi Indonesia Teruskan Komitmen Penghapusan Kekerasan terhadap Anak

Gubernur Kalimantan Barat Drs Cornelis, M. H. hadir dan memimpin seluruh peserta lain dalam penandatanganan Komitmen “Akhiri Kekerasan terhadap Anak, Dimulai dari Saya”. Melalui kata sambutannya, ia mengatakan ,”Memperingati Hari Anak Nasional mengingatkan kita pada tiga hal, pertama, kita memang harus memberikan perlindungan kepada anak, kedua, kita harus terus mendidik anak-anak kita, dan ketiga, kita harus senantiasa memberikan kasih sayang kepada mereka semua. Melindungi anak, memberikan perlindungan kepada anak, berarti menjaga mereka dari berbagai bentuk kejahatan, kekerasan, eksploitasi, diskriminasi, penelantaran, serta melindungi mereka untuk mendapatkan sanksi hukuman yang tidak adil dan tidak tepat bagi anak-anak kita, melindungi mereka dari pergaulan sesat dan perilaku buruk.”

Peringati Hari Anak Nasional, Provinsi Kalimantan Barat dan Wahana Visi Indonesia Teruskan Komitmen Penghapusan Kekerasan terhadap Anak
Peringati Hari Anak Nasional, Provinsi Kalimantan Barat dan Wahana Visi Indonesia Teruskan Komitmen Penghapusan Kekerasan terhadap Anak

Inisiatif ini juga merupakan wujud tindak lanjut Provinsi Kalimantan Barat terhadap deklarasi komitmen yang telah sebelumnya dilakukan 14 Kabupaten/Kota pada 22 Maret 2017 lalu. Dalam komitmen ini, terkandung janji untuk mengkoordinasikan perencanaan kebijakan, program dan kegiatan pembangunan daerah yang ditujukan untuk percepatan pemenuhan hak anak yang meliputi hak sipil dan kebebasan, lingkungan keluarga dan pengasuhan alternatif, kesehatan dasar dan kesejahteraan, pendidikan, pemanfaatan waktu luang dan seni budaya, serta perlindungan khusus. Selain itu, terkandung juga komitmen untuk melibatkan peran aktif  anak dalam proses perencanaan kebijakan, program dan kegiatan untuk mewujudkan Kabupaten/Kota layak anak dengan berdasar kepada prinsip-prinsip demokrasi, kesetaraan, non-diskriminasi, perdamaian serta keadilan sosial.

Peringati Hari Anak Nasional, Provinsi Kalimantan Barat dan Wahana Visi Indonesia Teruskan Komitmen Penghapusan Kekerasan terhadap Anak
Peringati Hari Anak Nasional, Provinsi Kalimantan Barat dan Wahana Visi Indonesia Teruskan Komitmen Penghapusan Kekerasan terhadap Anak

WVI, sebagai  yayasan kemanusiaan fokus anak, sangat bersyukur dan mengapresiasi Provinsi Kalimantan atas komitmennya dalam hal ini. Portunatas Tamba, Manajer WVI Zonal Kalimantan Barat mengatakan bahwa,”Secara nasional selama lima (5) tahun ke depan, WVI juga akan terus menggalakkan kampanye ’Akhiri Kekerasan terhadap Anak, Dimulai dari Saya’, untuk meningkatkan kesadaran serta menggerakan hati seluruh masyarakat Indonesia  untuk mau bergerak bersama menghentikan masalah ini. Begitu pula WVI Zonal Kalimantan Barat. Itu sebabnya, kami sangat bersyukur bahwa Gubernur beserta jajarannya sangat peduli terhadap isu tersebut sehingga kami bisa senantiasa bergandengan dan bekerjasama menggalakan kampanye ini. Saat ini WVI hadir di 49 desa di tujuh (7) Kabupaten Kota, yaitu Landak, Kubu Raya, Sintang, Melawi, Sekadau ,Sambas dan Bengkayang. Pelayanan Wahana Visi Indonesia di provinsi ini terdiri dari program pendidikan, program  kesehatan dan sanitasi, program ekonomi dan program partisipasi dan perlindungan anak. Program-program ini semuanya juga berkontribusi kepada indikator-indikator dari lima (5) klaster hak anak dalam Kabupaten/Kota Layak Anak. WVI bersama koalisi Gerakan Kesehatan Ibu dan Anak serta Jejaring Air Minum dan Penyehatan Lingkungan juga turut ambil bagian dalam memberikan masukan terhadap pengembangan petunjuk teknis indikator-indikator KLA, khususnya pada klaster 3 Kesehatan Dasar dan Kesejahteraan. WVI juga ikut mendukung penguatan kelembagaan dalam KLA dengan memfasilitasi wilayah dampinganya untuk siap mengambil komitmen menuju KLA”.

Setiap anak memiliki kesempatan untuk mengembangkan dan mengepresikan diri dalam kegiatan yang positif. Ia mengajak seluruh komponen bangsa Indonesia khususnya di Kalbar melaksanakan kewajiban dan tanggungjawab yang diamanatkan UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. Undang-undang tersebut melakukan perlindungan dan mewujudkan kesejahteraan anak dengan memberikan pemenuhan hak-haknya dan perlakuan tanpa kekerasan, eksploitasi, maupun diskriminasi.

Post Author: Dony Prayudi

Tukang jalan dan tukang makan yang selalu menuliskan ide besar di blognya dan mengabadikan gambar lewat mata kamera

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *