Rainforest World Music Festival hari ke 2. Pesta musik terbaik, lebih dari 10000 orang puas!  

 

Hari ini saya tidak mengikuti workshop namun melihat pertunjukan di Theatre Stage yang merupakan panggung tertutup. Tentu saja lebih nyaman duduk di kursi empuk dengan panggung yang tidak besar dan ruangan yang tepat untuk menonton pertunjukan akustik. Jam pertama 14.15 di isi oleh Dya Singh. Suguhan musik yang luar biasa yang merupakan percampuran antara budaya dan religi yang berinti pada pooja (pujian dan doa) kepada alam dan semesta dimana bumi sebagai ibu dan air sebagai ayah. Musik yang disajian dengan vibra dan timbre yang luar biasa, baik suara pria maupun suara wanita. Cengkok khas suara Bollywood terlempar keruangan ini bersama dengan table dan suling. Tidak lupa sembari menyanyi sang wanita melenggak lenggokkan tubuh, menari mengikuti nada.

Rainforest World Music Festival
Rainforest World Music Festival

Penampilan ke dua di isi dengan suara dari gitar klasik yang punya 6 senar. Ketika dimainkan oleh Derreck Gripper dari Afrika Selatan. Permainan gitar yang ia dapatkan dari merantau ke seluruh benua Afrika dan beberapa Negara lain. Berbagai komposisi musik tradisional diterjemahkan dalam petikan gitar. Tentu tidak gampang menterjemahkannya namun tentu menarik bagi peminat alat musik petik ini.

Selanjutnya ada jeda sejenak karena press conference disampaikan oleh YB Datok Amar Abang Haji Abdul Rahman Zohari bin Tun Abang Haji Openg yang merupakan Timbalan ketua menteri pelancongan, kesenian dan kebudayaan. Disampaikan bahwa aka nada banyak kejutan untuk pelaksanaan Rainforest Music Festival ke 20 tahun mendatang termasuk penyediaan mesin ATM, Guest house dan juga mengenai penerbangan langsung dari berbagai Negara langsung menuju Kuching.

Penampilan malam ini juga tidak kalah seru dari penampilan malam kemarin. Sungguh semarak Walaupun hujan seluruh lapangan dipenuhi manusia. Dari depan hingga ke belakang. Penuh luapan kegembiraan. Hujan dan becek bukan masalah untuk menikmati pesta di tengah hutan hujan Borneo.

Mathew Ngau sebagai legenda hidup musik dan budaya Sarawak membuka Rainforest World Music Festival hari ke 2 bersama dengan muridnya Alena Murang dengan suara sape’ yang khas dan penuh rasa. Kembali suasana hutan datang menjemput jiwa penonton. Dilanjutkan dengan  Stelios Cetrakis Cretan untuk membuat suasana semakin membara. Naygayiw Gigi Dance tampil kembali di hari kedua lengkap dengan semua atributnya. Saya sampai harus mengejar mereka menuju dewan lagenda untuk mendapatkan foto bersama. Unik dan sangat seru. Tariannya sungguh luar biasa padahal musiknya berasal dari alat yang biasa saja.

Band Girl from Sabah Board juga menunjukkan kebolehan permainan musiknya 4 wanita dengan dominasi tetabuhan gong. Mereka mampu membawa suasanan dengan lagu dan nyanyian local. Walaupun tidak dimengerti bahasanya oleh penonton namun tetap saja mereka bersorak sorai. Sungguh musik adalah bahasa universal. Vocal sampling dari kuba tak mau kalah.Grup musik acapela ini menghadirkan banyak suara alat musik hanya dari mulutnya saja. Irama salsa, dansa sampai musik tradisional tionghoa mereka mainkan. Hanya menggunakan mulut tapi mampu menghadirkan nada hampir tanpa cela.

Shanren dari Tiongkok juga menggetarkan panggung. Musik tradisional Yunan dengan aransemen sedikit rock serta bunyi gendering yang khas benar-benar membuat penonton terbakar dan melompat tanpa henti. Entah berapa banyak jurus kungfu yang mereka hadirkan di tree stage dan diikuti puluhan ribu penonton yang berjobel di lapangan. Tanah becek berlumpur tidak dihiraukan lagi. Saatnya berpesta!

Pat Thomas & Kwashibu Are Band menjadi penutup yang sempurna. Musik Afrika yang kaya mereka bawakan dengan semarak. Sura terompet, instrument gendang dan bas yang mendominasi penampilan di tambah dengan alunan musik dansa yang rancak. Saya merasa olimpiade sudah pindah ke tengah hutan Borneo. Entah mengapa malam ini penonton memang sangat ramai. Semuanya terlihat seperti semut yang ramai bergerak, menari, bergoyang sampai berteriak menyanyi mengikuti arahan penampil.

Saya rasa tidak kurang 10 ribu bahkan lebih orang yang datang malam ini. Benar-benar ramai dan penuh semangat! Ini yang paling saya tunggu dari Rainforest World Music Festival! PESTA!

 

Post Author: Dony Prayudi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *