Three Ends, Mari Lindungi Perempuan dan Anak

Saatnya kita bersama sama menyerukan gerakan Three Ends. Mari melakukan kampanye ini dan menyebarkan hal baik ini keseluruh pelosok negeri. dalam hal ini pemerintah melalui Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPA)menyerukan gerakan mengakhiri kekerasan terhadap perempuan dan anak, perdagangan orang serta mengakhiri ketidakadilan akses ekonomi bagi perempuan dengan program Three Ends. Three Ends tersebut adalah End Violence Against Women and Children (akhiri kekerasan terhadap perempuan dan anak), End Human Trafficking (akhiri perdagangan manusia) dan End Barriers To Economic Justice (akhiri kesenjangan ekonomi).

 Three Ends Provinsi Kalimantan Barat T
Kampanye Three Ends Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2017

Pontianak sendiri beruntung karena disambangi sosialisasi gerakan three ends. Saya sendiri kebetulan mendapat undangan untuk hadir mewakili Blogger dan netizen. Acara yang disambung dengan peringatan hari Kartini 2017 ini di gagas oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Kalimantan Barat. Dengan hastag #HeForShe Program ini sudah dijalankan di seluruh dunia, bahkan twitter memasang emoji yang sesuai dengan kampanye ini. Acara yang sungguh menarik untuk diikuti dari awal hingga akhir.

Acara yang dibuka oleh Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Bapak Ir. Christiandy Sanjaya mengajak semua yang hadir untuk bisa memberikan kontribusi positif terhadap perlindungan anak dan remaja. Wakil Gubernur mengingatkan para orang tua untuk selalu melindungi anak dari ancaman pornografi lewat internet yang diakses dari smartphone. Christiandy juga menekankan fungsi keluarga sebagai pelindung dari pengaruh buruk narkoba. Pengawasan orang tualah sebagai kunci utama dari segala permasalahan sosial dan kejahatan.

Acara ini juga diisi sesi perbincangan yang menghadirkan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak Provinsi Kalimantann Barat, Bapak Drs Sumarno yang mengajak lapisan masyarakat untuk memperkuat kesetaraan gender dan pemberdayaan ekonomi perempuan, mencegah terjadinya kekerasan baik dalam rumah tangga maupun terhadap perempuan dan anak, serta mencegah terjadinya kasus perdagangan orang. Pemerintah dalam hal ini Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) telah menyerukan gerakan guna mengakhiri kekerasan dan ketidakadilan yang terjadi melalui Program yang dikenal dengan sebutan Three Ends. Program ini berupaya untuk mengakhiri kekerasan pada perempuan, kekerasan pada anak dan ketidakadilan terhadap perempuan dan anak guna menuju Indonesia Hebat.

Selain itu juga hadir Perwakilan Dari Kepolisian Daerah kalimantan Barat yang menjelaskan kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan yang ada di Kalimantan Barat. Ada banyak modus yang dilakukan agar bisa melakukan kekerasan dan terhindar dari jerat hukum. Sampai saat ini sudah ada sudah hampir 500an kasus yang ditangani POLDA Kalbar mulai dari KDRT, Kejahatan seksual hingga anak sebagai pelaku kejahatan. POLDA Kalbar sendiri melalui Unit Pelayanan Anak dan Perempuan terus bekerja keras untuk menyelesaikan permasalahan dengan tetap memperhatikan hak hak perempuan dan anak yang tertuang dalam Undang Undang yang berlaku. Diantaranya adalah  Undang – undang No 23 Tahun 2004 penghapusan KDRT, UU No 21 Tahun 2007 pemberantasan tindak pidana perdagangan orang, Perda No 7 Tahun 2007 pencegahan dan penanganan tindak pidana perdagangan orang terutama perempuan dan anak, perda No 3 tahun 2015 penyelenggaraan perlindungan perempuan dari tindak kekerasan dan Perda No 4 Tahun 2015 tentang perlindungan perempuan.

Apapun bentuk kekerasan dan diskriminasi jangan lagi terjadi di Kalimantan Barat. Mari kita bersama bergandengan tangan, bersinergi untuk mewujudkan Kalimantan Barat Hebat tanpa Kekerasan dan Diskriminasi terhadap perempuan dan anak. Sejatinya, pemenuhan hak dan perlindungan anak maupun perempuan secara holistik hanya dapat diwujudkan apabila terdapat koordinasi dan sinergi yang baik antar lembaga terkait, antar pemerintah, serta antar masyarakat. Seluruh unsur harus bersatu padu dan jangan pernah melakukan pembiaran atau malah ikut melakukan tindak kekerasan secara tersembunyi. Intinya kita harus berani untuk saling berbagi, menguatkan dan mendampingi!

Post Author: Dony Prayudi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *