Konvoi Kemerdekaan 2022 Bersama Komunitas Honda

Pada hari Rabu tepatnya tanggal 17 Agustus 2022 Astra Motor Bersama Komunitas Honda yang berada dibawah Paguyuban Honda West Borneo Community melakukan Konvoi Kemerdekaan untuk merayakan hari kemerdekaan Bangsa Indonesia. Diawali dengan mengheningkan cipta di Mahkam Pahlawan, seluruh komunitas Honda Bersama-sama menghormati pahlawan diiringi lagu mengheningkan cipta.

17 Agustus 2022 - Konvoi Kemerdekaan Bersama Komunitas Honda
17 Agustus 2022 – Konvoi Kemerdekaan Bersama Komunitas Honda

Tidak kalah ramai juga Komunitas Honda juga berkolaborasi dengan Himpunan Mahasiswa Pembangunan Sosial dari Universitas Tanjungpura Kota Pontianak. Keramaian ini Bersama-sama bertujuan untuk menghargai jasa para pahlawan dengan mengheningkan cipta, melakukan operasi semut dan melakukan tabur bunga ke mahkam pahlawan.

Komunitas Honda dibawah paguyuban Honda West Borneo Community setelah melakukan Penghormatan kepada Para Pahlawan mereka lanjut dengan Konvoi Kemerdekaan, tentunya dengan menerapkan konsep #Cari_aman. Dengan melewati jalan-jalan perkotaan di Pontianak, komunitas Honda mengkampanyekan keselamatan berkendara kepada masyarakat.

17 Agustus 2022 - Konvoi Kemerdekaan Bersama Komunitas Honda
17 Agustus 2022 – Konvoi Kemerdekaan Bersama Komunitas Honda

Tidak kalah seru juga Komunitas Honda melakukan perlombaan seperti makan kerupuk, makan biscuit, joget balon, pecahkan balon, hingga balap kelereng menggunakan sendok. Banyak keseruan yang dirasakan oleh komunitas Honda, dari merepakan keseruan hingga mempererat system kekeluargaan di Komunitas Honda.

Antofany Yusticia Ahmadi selaku Manager Marketing Astra Motor Kalimantan Barat mengungkapkan kebanggaanya kepada komunitas Honda yang semangat merayakan hari kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 2022 dengan tetap mengkampanyekan #Cari_aman,”Kami Astra Motor Kalimantan Barat bangga dengan Komunitas Honda yang semangat dalam merayakan hari kemerdekaan Indonesia dengan tetap mengkampanyekan #Cari_aman.”, tuturnya.

Konvoi atau touring bermotor bersama rekan, memang mengasikkan. Apalagi di musim liburan seperti Sabtu dan Minggu. Tapi masih banyak orang yang ‘asal’ dalam melakukan konvoi atau bermotor membentuk deretan. Terutama soal konsistensi jarak antara pengendara.

Kalau touring lebih suka sendiri atau rame-rame? Masing masing punya kelebihan dan kekurangan. Buat yang suka touring rame rame alias berkonvoi, selain memahami etika dalam berkonvoi, ada beberapa hal lain yang tak kalah penting untuk diperhatikan agar kegiatan berkendara secara beramai-ramai iti dapat terlaksana dengan baik.

Tidak hanya kesiapan kendaraan yang diperhatikan, tapi juga kesiapan fisik pengendara wajib dicermati lebih jauh. Ini juga faktor penting dalam hal keselamatan dalam berkendara konvoi terlebih dengan jarak yang jauh.

Kalau kendaraan sudah sehat, jangan lupa juga untuk memiliki peraturan dalam perencanaan sebelum konvoi yang wajib ditaati peserta. Fisik dari pengendara juga wajib diperhatikan

Yang bakal dibahas sekarang ini soal barisan ketika konvoi. Ada 3 Formasi yang biasanya dipakai ketika konvoi touring.

Ada 1 baris dan 2 baris. 1 Baris biasanya dipakai saat di jalan yang tidak begitu lebar, kadang juga ketika mau menyalip, barisan dibuat menjadi 1 baris.

Ketika jalan sudah lebar barisan dibuat menjadi 2 baris agar tidak terlalu panjang. Nah, ketika menjadi 2 baris, penulis lebih suka formasi zig-zag seperti gambar yang ditengah dibanding formasi parade. Penulis merasa lebih aman formasi zig-zag, kenapa?

Karena misalkan saat konvoi tiba tiba di sebelah kanan ada halangan, rider sebelah kanan bisa menghidar ke kiri dengan aman karena di sebelahnya tidak ada motor. Bayangkan kalo formasi parade, bisa bisa bersenggolan.

Hal penting lainnya adalah mencegah teman konvoi tertinggal jauh di belakang, wajib memperhitungkan kecepatan berkendara untuk perjalanan luar kota. untuk perencanaan terkait aturan saat berkendara juga wajib diberikan ke peserta. Seperti mengatur jarak yang ideal dari mobil depan ke mobil belakang atau mengatur kecepatan. Hal ini ternyata kurang diperhatikan. Sebisa mungkin konsisten di kecepatan 60 km per jam.

Post Author: admin

Leave a Reply

Your email address will not be published.