Peringati Hari Ibu, Astra Motor Kalbar Kunjungi Panti Jompo

Astra Motor Kalimantan Barat selaku Main Dealer sepeda motor Honda untuk wilayah kalbar melalui Astra Motor Peduli kembali menyalurkan bantuan sembako ke Panti Jompo Graha Werdha Marie Joseph dalam rangka memperingati Hari Ibu yang berlokasi di Jl. Budi Utomo, Kec. Pontianak Utara, Kamis 22 Desember 2022. Bantuan dari Astra Motor Peduli itu diserahkan langsung ke Suster Kharitas selaku pengurus Yayasan panti Jompo yang menampung sebanyak kurang lebih 46 lansia.

Bantuan sembako tersebut berupa beras, quaker oat, kopi, gula, susu, ikan sarden, bumbu dapur, mie dan kebutuhan kebersihan lainnya, ini merupakan kegiatan rutin yang dilakukan Astra Motor setiap tahunnya dengan cara berbagi ke para lansia Panti Jompo yang membutuhkan.

Peringati Hari Ibu, Astra Motor Kalbar Kunjungi Panti Jompo
Peringati Hari Ibu, Astra Motor Kalbar Kunjungi Panti Jompo

Marketing Manager Astra Motor Kalimantan Barat, Antofany Yusticia Ahmady mengatakan bahwa pihaknya akan terus berupaya memberikan kontribusi untuk setiap program CSR, baik dibidang Pendidikan, Lingkungan, Kesehatan, Sosial ataupun Ekonomi sebagai sumbangsih kepada warga yang membutuhkan. Kegiatan ini juga senantiasa bertujuan untukberbagi kebahagiaan “kami berharap dengan bantuan yang kami berikan dapat bermanfaat bagi para lansia di Panti Jompo Graha Werdha”. Ungkap Antofany.

Suster Kharitas selaku pengurus Panti Jompo Graha Werdha, mengucapkan Terimakasih yang sebesar-besarnya kepada Astra Motor Kalbar yang telah berbagi kasih dengan kami penghuni panti ini khususnya untuk oma-oma dan opa-opa. “harapan kami semoga Astra Motor kedepannya semakin maju dan semakin berkembang, terimakasih”. Tutup Suster Kharitas.

Setiap lepas 22 Desember diperingati menjadi Hari Ibu, adakah insiden bersejarah & istimewa yg terjadi dalam lepas tersebut. Mungkin pertanyaan misalnya ini sempat terbersit pada fikiran kita akan tetapi hingga ketika ini belum menerima jawaban yg memuaskan.

Baiklah ayo kita pulang ke masa kemudian tepatnya dalam lepas 22 s/d 25 Desember 1928 bertempat pada Yogyakarta, para pejuang perempuan Indonesia berdasarkan Jawa & Sumatera dalam ketika itu berkumpul buat mengadakan Konggres Perempuan Indonesia I (yg pertama).

Gedung Mandalabhakti Wanitatama pada Jalan Adisucipto, Yogyakarta sebagai saksi sejarah berkumpulnya 30 organisasi wanita berdasarkan 12 kota pada Jawa & Sumatera yg lalu melahirkan terbentuknya Kongres Perempuan yg sekarang dikenal menjadi Kongres Wanita Indonesia (Kowani).

Kalau melihat pulang sejarah, sebenarnya dari tahun 1912 telah terdapat organisasi wanita . Pejuang-pejuang perempuan dalam abad ke 19 misalnya M. Christina Tiahahu, Cut Nya Dien, Cut Mutiah, R.A. Kartini, Walanda Maramis, Dewi Sartika, Nyai Achmad Dahlan, Rangkayo Rasuna Said & lain-lain secara nir pribadi sudah merintis organisasi wanita melalui gerakan-gerakan usaha.

Hal itu sebagai latar belakang & tonggak sejarah usaha kaum wanita pada Indonesia, & memotivasi para pemimpin organisasi wanita berdasarkan aneka macam daerah se-Nusantara berkumpul menyatukan pikiran & semangat buat berjuang menuju kemerdekaan & pemugaran nasib bagi kaum wanita .

Pada Kongres Perempuan Indonesia I yg sebagai rencana primer merupakan tentang persatuan wanita Nusantara; peranan wanita pada usaha kemerdekaan; peranan wanita pada aneka macam aspek pembangunan bangsa; pemugaran gizi & kesehatan bagi bunda & balita; pernikahan usia dini bagi wanita , & lain sebagainya.

Banyak hal akbar yg diagendakan tetapi tanpa mengangkat kasus kesetaraan jender, para pejuang wanita itu menuangkan pemikiran kritis & upaya-upaya yg amat krusial bagi kemajuan bangsa Indonesia khususnya kaum wanita .

Pada Juli 1935 dilaksanakan Kongres Perempuan Indonesia II, pada konggres ini dibuat BPBH (Badan Pemberantasan Buta Huruf) & menentang perlakuan rancu atas buruh perempuan perusahaan batik pada Lasem, Rembang.

Penetapan Hari Ibu dalam lepas 22 Desember sendiri baru diputuskan pada Kongres Perempuan Indonesia III dalam tahun 1938. Dan zenit peringatan Hari Ibu yg paling meriah merupakan dalam peringatan yg ke 25 dalam tahun 1953. Tak kurang berdasarkan 85 kota Indonesia berdasarkan Meulaboh hingga Ternate merayakan peringatan Hari Ibu secara meriah.

Secara resmi lepas 22 Desember ditetapkan menjadi Hari Ibu merupakan sesudah Presiden Soekarno melalui melalui Dekrit Presiden No. 316 tahun 1959 memutuskan bahwa lepas 22 Desember merupakan Hari Ibu & dirayakan secara nasional sampai ketika ini.

Pada awalnya peringatan Hari Ibu merupakan buat mengenang semangat & usaha para wanita pada upaya pemugaran kualitas bangsa ini. Misi itulah yg tercermin sebagai semangat kaum wanita berdasarkan aneka macam latar belakang buat manunggal & bekerja bersama.

Post Author: admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *